ISIS pertahankan Ramadi dan sebar ranjau

Sumber gambar, EPA
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) bersiap mempertahankan kota Irak Ramadi ketika milisi Syiah yang didukung Iran menempati posisi di timur kota tersebut.
Sejumlah saksi mata di Ramadi, hari Selasa (19/05), mengatakan para pejuang ISIS sudah menentukan titik-titik pertahanan dan menyebar ranjau, setelah <link type="page"><caption> merebut kota ini hari Minggu lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150518_dunia_ramadi_jatuh.shtml" platform="highweb"/></link>.
Warga mengatakan milisi ISIS mendatangi rumah-rumah warga mencari orang-orang yang bersimpati dengan pemerintah dan membuang mayat ke Sungai Efrat.
Sejak jatuh ke tangan ISIS, ribuan orang meninggalkan Ramadi dan PBB memperingatkan munculnya krisis kemanusiaan.

Sumber gambar, EPA
Menurut PBB, dalam beberapa hari terakhir sekitar 25.000 orang telah meninggalkan Ramadi, yang terletak 105 kilometer di barat ibu kota Baghdad, menambah jumlah pengungsi dari kota tersebut.
Para pejabat PBB mengatakan mereka mencoba membantu para pengungsi ini namun dana makin tipis dan persediaan barang-barang kebutuhan pokok juga hampir habis.
Wartawan BBC di Beirut, Jim Muir, mengatakan jatuhnya Ramadi ke tangan ISIS adalah pukulan telak bagi pemerintah Irak dan Amerika.
Merebut kembali kota ini akan menjadi tantangan berat bagi pemerintah Irak dan berpotensi memicu konflik sektarian karena mengirim milisi Syiah ke kawasan yang mayoritas didiami warga Sunni, kata wartawan BBC.
Ramadi direbut ISIS setelah bertempur sengit dengan aparat keamanan Irak selama berhari-hari.














