Penghormatan terakhir bagi Lee Kuan Yew

Sumber gambar, AFP
Warga Singapura memberikan penghormatan terkahir bagi pendiri negeri itu, dalam suatu upacara yang dihadiri oleh banyak pemimpin dunia, termasuk presiden Joko Widodo.
Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew, <link type="page"><caption> anak sulung dari seorang imigran asal Semarang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150329_lky_semarang" platform="highweb"/></link>, Jawa Tengah, wafat hari Senin (23/3) dalam usia 91 tahun.
Kendati hujan turun mengguyur negeri pulau itu, puluhan ribu orang berjajar di jalanan untuk menyaksikan peti jenazah Lee Kuan Yew, yang dibawa dalam suatu prosesi dari Gedung Parlemen.
Sesudah upacara kenegaraan yang dihadiri para pemimpin berbagai negara, jenazah Lee Kuan Yew akan dikremasi dalam suatu upacara khusus keluarga.
Media lokal melaporkan,<link type="page"><caption> lebih dari setengah juta orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150325_lee_kuan_yew_jenazah" platform="highweb"/></link>, atau 12% dari penduduk Singapura, menyampaikan penghormatan kepada jenazah Bapak Singapura itu di Gedung Parlemen, sementara 850.000 orang lainnya mengunjungi lokasi
peletakkan karangan bunga.

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, yang juga anak dari Lee Kuan Yew, dalam euloginya mengatakan bahwa ayahnya "telah mempersembahkan diri bagi Singapura sepanjang hidupnya."
Prosesi dimulai pukul 12:30 (13:30 WIB), ditandai dengan diberangkatkannya jenazah Lee Kuan Yew dari Parlemen di atas kereta artileri.
Tembakan merima 21 kali dilepaskan, bergema ke seluruh kota, iring-iringan pun bergerak memasuki kawasan bisnis dan Tanjong Pagar, kawasan dermaga yang merupakan daerah pemilihan yang diwakili Lee Kuan YEw sepanjang kehidupan politiknnya.
Jet-jet militer terbang rendah, dan dua kapal Angkatan Laut Singapura berlayar melintasi Marina Bay --proyek konservasi air raksasa yang dipelopori Lee Kuan Yew.

Sumber gambar, EPA
Upacara penghormatan terakhir akan berlangsung pukul 14:00 (15:00 WIB) di sebuah pusat kebudayaan, dihadiri para pemimpin dunia seperti Presiden Indonesia Joko Widodo, PM Jepang Shinzo Abe, PM Australia Tony Abbott, PM India Narendra Modi, Pemimpin Parlemen Inggris William Hague, dan bekas Presiden AS Bill Clinton.
Singapura akan melakukan hening cipta selama satu menit sebelum menyanyikan Majulah Singapura, lagu kebangsaan negeri itu.
Selanjutnya kremasi jenazah Lee Kuan Yew akan dilakukan dalam upacara keluarga yang tertutup di Krematorium Mandai.













