Seruan Iran agar Arab Saudi hentikan operasi di Yaman

Sanaa

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kawasan di dekat bandara ibukota Yaman, Sanaa, yang terkena serangan Arab Saudi.

Iran menuntut penghentian segera operasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi atas kelompok pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

Kementrian Luar Negeri Iran menyebutkan serangan udara yang mengenai sasaran-sasaran milik Houthi sebagai sebuah invasi dan langkah berbahaya yang hanya akan membuat krisis di Yaman memburuk.

Arab Saudi mengatur serangan udara karena kelompok pemberontak Houthi semakin mendekat tempat pengungsian Presiden Yaman, Abdul Rabbuh Mansour Hadi, di Aden, Yaman selatan.

Namun Presiden Mansour Hadi dilaporkan sudah meninggalkan kota tersebut.

<link type="page"><caption> Serangan yang dipimpin Arab Saudi menyerang posisi-posisi Houthi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150326_yaman_saudi_militer" platform="highweb"/></link> sepanjang malam, dengan menggunakan pesawat tempur maupun peluncur rudal.

Yaman

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kelompok pemberontak Syiah Houthi di Yaman dilaporkan mendapat dukungan dari Iran.

Arab Saudi dan beberapa negara Teluk menuduh Iran -yang pemerintahnya juga didominasi umat Syiah- berada di belakang kelompok pemberontak Syiah Houthi.

Alasan serangan atas kelompok itu disebutkan untuk membela pemerintahan yang sah yang dipimpin Presiden Mansour Hadi.

Amerika Serikat mengatakan memberikan 'dukungan logistik dan intelijen'.

Serangan ini dilancarkan hanya dua hari setelah <link type="page"><caption> Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150324_yaman_bantuan_gcc" platform="highweb"/></link>, memohon Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk melakukan intervensi militer.