Protes antipembunuhan Farkhunda berlanjut di Kabul

Sumber gambar, Reuters
Unjuk rasa berlanjut terus di ibu kota Afghanistan, Kabul menentang hukuman mati terhadap seorang wanita yang dituduh membakar Al Quran meskipun tidak terbukti.
Lebih 2.000 orang berpawai menuntut keadilan bagi Farkhunda, 28 tahun, yang dipukuli sampai mati oleh sekelompok orang minggu lalu.
Protes pada hari Selasa (24/03) terjadi sementara juru bicara polisi Kabul diberhentikan karena menaruh pesan di Facebook mendukung pembunuhan itu.
Polisi mengatakan mereka menahan paling tidak 19 orang terkait kejadian tersebut.
<link type="page"><caption> Farkhunda dipukuli sampai meninggal hari Kamis lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150323_afghanistan_protes_alquran" platform="highweb"/></link> setelah berdebat dengan seorang mullah karena dia menjual barang ajimat kepada wanita di masjid.
Dalam pembicaraan tersebut dia dituduh membakar Quran, dan kerumunan orang mendengar dan menyerangnya.
Seorang penyelidik resmi mengatakan tidak terdapat bukti dia telah membakar Quran.
Tindakannya menentang mullah telah didukung Ulema, gabungan ulama dan ilmuwan Islam.
Pada unjuk rasa hari Selasa, sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk dengan foto wajah Farkhunda yang berdarah, sedangkan demonstran lainnya mengecat merah mukanya.











