ISIS akui sebagai pelaku serangan bunuh diri dua masjid Yaman

ISIS mengancam akan terus melancarkan serangan dan menuding kaum Syiah Houthi sebagai sesat.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, ISIS mengancam akan terus melancarkan serangan dan menuding kaum Syiah Houthi sebagai sesat.

Kelompok radikal yang menamakan diri sebagai Negara Islam atau ISIS mengatakan, merekalah pelaku serangan bom bunuh diri di dua masjid di ibukota Yaman, Sanaa, yang menewaskan sedikitnya 137 orang.

Ini serangan pertama diklaim oleh ISIS - sebuah kelompok Sunni - sejak mendirikan cabang di Yaman pada bulan November.

Kedua masjid itu digunakan terutama oleh pendukung gerakan pemberontak Zaidi dari kelompok Syiah Houthi yang menguasai Sanaa.

<link type="page"><caption> Yaman telah menderita instabilitas politik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150207_krisis_yaman_seruan" platform="highweb"/></link> selama bertahun-tahun dan pemberontak Houthi sudah menguasai sembilan dari 21 provinsi.

Pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional telah melarikan diri ke kota pelabuhan di bagian selatan, Aden.

<link type="page"><caption> Empat pelaku bom bunuh diri menyerang masjid Badr, di selatan Sanaa, dan Masjid al-Hashoosh, di utara ibukota,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150320_yaman_masjid" platform="highweb"/></link> ketika jamaah sudah bersiap untuk shalat Jumat.

"Seperti sungai"

Di masjid Badr, salah seorang pengebom memasuki gedung dan meledakkan sementara seorang lagi pelaku tertangkap dekat pintu gerbang utama.

Setidaknya 137 orang tewas dalam serangan terhadap dua masjid itu

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Setidaknya 137 orang tewas dalam serangan terhadap dua masjid itu

Ulama Houthi terkemuka, Al-Murtada bin Zaid al-Mahatwari, imam masjid Badr, termasuk di antara mereka yang tewas, demikian laporan media setempat.

Dua pembom lagi menyerang masjid al-Hashoosh: satu meledakkan eksplosif di dekat pintu masuk dan yang lainnya berlari ke dalam masjid untuk meledakkan diri.

"Darah mengalir seperti sungai," kata seorang penyintas --orang yang selamat-- Mohammed al-Ansi.

Mayat-mayat korban digotong dalam selimut penuh darah

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Mayat-mayat korban digotong dalam selimut penuh darah

Stasiun TV al-Masirah yang dikuasai pemberontak Houthi menyiarkan gambar dari Masjid al-Hashoosh menunjukkan relawanmengangkut korban dengan menggunakan selimut berlumur darah. JEnazah-jenazah juga dibaringkan di dalam mesjid.

Sekitar 300 orang terluka, sehingga petugas medis dan rumah sakit meminta donor darah.

Lewat twitter

Serangan bunuh diri lain dilaporkan terjadi di sebuah masjid di utara kota Saada - kubu Houthi - tetapi hanya menewaskan pelakunya sendiri.

Ada dua pelaku untuk setiap serangan di dua mesjid itu

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Ada dua pelaku untuk setiap serangan di dua mesjid itu

Pernyataan ISIS yang mengaku sebagai pelaku serangan, disampaikan melalui sebuah akun twitter.

Dalam pernyataan itu mereka mengancam akan terus melancarkan serangan lanjutan.

"Biarkan kaum Houthi yang sesat itu mengetahui bahwa tentara ISIS tidak akan beristirahat sampai kita meruntuhkan mereka," kata pernyataan itu.

ISIS dan al-Qaida memang menganggap Muslim Syiah sebagai sesat dan melancarkan perlawanan terhadap kaum Houthi di Yaman.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, ISIS bisa saja mengaku-ngaku sebagai pelaku, untuk kepentingan propaganda mereka.