Ditemukan 70 mayat di wilayah yang dikuasai Boko Haram

Puluhan mayat ditemukan di wilayah yang pernah dikuasai kelompok militan Boko Haram (atas).

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Puluhan mayat ditemukan di wilayah yang pernah dikuasai kelompok militan Boko Haram (atas).

Sedikitnya 70 jasad manusia yang dibuang telah ditemukan di luar kota Damasak, Nigeria, setelah wilayah itu direbut kembali dari penguasaan kelompok militan Boko Haram.

Para korban tampaknya telah dibunuh beberapa waktu lalu, karena mayat-mayat itu sebagian telah terawetkan akibat iklim padang pasir.

Pimpinan Angkatan darat Chad, Kolonel Azem Bermandia Agouna mengatakan kepada Kantor berita AFP bahwa dia telah melihat "sekitar 100 mayat di bawah jembatan di wilayah luar kota".

Sebagian besar korban terluka pada lehernya beberapa lainnya dipenggal. Sampai saat ini belum diketahui jati diri korban.

Pasukan Nigeria dan Chad telah menguasai kota Damasak pada Sabtu, sekaligus mengakhiri penguasaan kelompok militan Islam yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Sebelumnya, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah memperkirakan bahwa Boko Haram akan kehilangan daerah kekuasaannya dalam sebulan.

"Mereka makin lemah dan makin lemah dari hari ke hari," katanya kepada BBC, Jumat (20/03).

Damasak adalah kota dagang, terletak di negara bagian Borno di dekat perbatasan Nigeria, yang berjarak sekitar 200km dari ibu kota Maiduguri.

Gagal mengakhiri pemberontakan

Wilayah ini diserbu pada akhir tahun lalu oleh kelompok militan yang memulai pemberontakannya pada 2009 untuk mendirikan negara Islam.

Bersama pasukan Nigeria, gabungan pasukan Chad dan Kamerun terlibat pertempouran dengan gerilyawan militan Islam yang mulai mengambil alih wilayah ini sekitar setahun yang lalu.

Pasukan Chad (atas), Nigeria dan Kamerun berusaha mengusir kelompok militan Chad dari wilayah yang dikuasainya.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan Chad (atas), Nigeria dan Kamerun berusaha mengusir kelompok militan Chad dari wilayah yang dikuasainya.

Nigeria tengah mempersiapkan pemilihan presiden pada 28 Maret setelah ditunda akibat masalah keamanan.

Pemerintah Nigeria telah banyak dikritik karena gagal mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung enam tahun terakhir.

Kelompok militan Boko Haram telah melarang umat Islam untuk mengambil bagian dalam kegiatan politik atau sosial yang terkait dengan nilai-nilai Barat.

Awal bulan ini, kelompok Boko Haram ini telah berjanji setia kepada kelompok militan Negara Islam, atau dulu disebut ISIS, yang menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak serta aktif di Libya.

Kekerasan di wilayah Nigeria telah menewaskan lebih dari 15.500 orang sejak 2012.