Kesepakatan Iran 'dapat picu' perlombaan nuklir

Turki al-Faisal
Keterangan gambar, Pangeran Turki al-Faisal mengatakan Arab Saudi akan menuntut hak melakukan kegiatan nuklir.

Seorang anggota senior keluarga kerajaan Arab Saudi memperingatkan kesepakatan program nuklir Iran dapat memicu negara-negara kawasan untuk mengembangkan bahan bakar atom.

Pangeran Turki al-Faisal mengatakan kepada BBC bahwa Arab Saudi akan menuntut hak yang sama, seperti juga negara-negara lain.

Enam kekuatan dunia sedang merundingkan sebuah kesepakatan yang bertujuan membatasi kegiatan nuklir Iran, bukannya mengakhiri.

Para pengecam memandang hal ini akan memicu <link type="page"><caption> perlombaan senjata nuklir di kawasa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150225_israel_iran_nuklir" platform="highweb"/></link>n karena persaingan Saudi-Iran.

"Saya selalu mengatakan apa pun hasil perundingan, kami menginginkan hal yang sama," kata pangeran yang juga mantan kepala badan intelijen Arab Saudi tersebut.

Dalam wawancara dengan wartawan BBC Barbara Plett, pangeran itu menambahkan," Jadi jika Iran memiliki kemampuan memperkaya uranium dalam tingkatan apa pun, bukan hanya Arab Saudi yang meminta hal itu.

"Seluruh dunia akan menjadi pintu terbuka ke arah tersebut tanpa pembatasan, itulah tujuan utama saya pada proses P5+1 (enam kekuatan dunia)."