Unjuk rasa umat Kristen Pakistan diwarnai kekerasan

Unjuk rasa umat Kristen

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Menteri Dalam Negeri Pakistan sudah meminta agar pengunjuk rasa tenang.

Polisi Pakistan melepaskan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan aksi unjuk rasa umat Kristen di Lahore.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung sehari setelah <link type="page"><caption> serangan bom di dua gereja di Lahore, Minggu (16/03), yang menewaskan sampai 17 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150315_pakistan_bom_gereja" platform="highweb"/></link> dan menyebabkan 70 orang lainnya cedera.

Dalam protes Senin 16 Maret, para pengunjuk rasa melempari batu ke arah polisi dan merusak mobil-mobil di kawasan Youhanabad, di Lahore.

Laporan-laporan menyebutkan tiga orang cedera karena ditabrak kendaraan yang melaju cepat untuk menghindari kekerasan.

Unjuk rasa di Pakistan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Para pengunjuk rasa melempari batu ke arah polisi dan warga yang beragama Islam.
Unjuk rasa di Pakistan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Umat Kristen memprotes serangan bom atas dua gereja yang menewaskan 17 orang.

Selain di Lahore, unjuk rasa juga terjadi di kota Faisalabad, Sargodha dan Gujranwala sementara sekolah-sekolah yang dikelola misionaris Kristen diliburkan pada hari Senin sebagai tanda berkabung.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan, meminta agar pengunjuk rasa tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerukan ketenangan.

Satu kelompok sempalan Taliban Pakistan, yang menamakan diri Jamatul Ahrar, menyatakan bertanggung jawab atas serangan terbaru ini.

Umat Kristen Pakistan -yang berjumlah sekitar 2% dari populasi yang mayoritas Islam- sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan militan Islam.