Perempuan Jerman tewas dalam perang melawan ISIS

Ivana Hoffman, 19 tahun, tewas dalam pertempuran melawan kelompok militan ISIS di Suriah.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ivana Hoffman, 19 tahun, tewas dalam pertempuran melawan kelompok militan ISIS di Suriah.

Laporan-laporan dari Suriah menyebutkan seorang perempuan berusia 19 tahun tewas dalam pertempuran melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah timur laut, hari Sabtu (7/5/2015) pekan lalu.

Perempuan tersebut, Ivana Hoffman, bergabung dengan kelompok bersenjata Kurdi bernama Unit Perlindungan Rakyat Kurdi atau YPG di Desa Tel Tamr, demikian menurut juru bicara YPG, Nawaf Khalil.

Menurut Khalil, Hoffman adalah anggota partai politik beraliran komunis di Turki, dan bergabung dengan YPG enam bulan lalu.

Kematian Hoffman dikonfirmasi oleh Sedar Sitr, presiden Partai Solusi Demokrasi Kurdi, dan juga oleh Pengamat Hak Asasi Suriah yang berbasis di Inggris.

Penyebab kematiannya tidak disebutkan dengan jelas.

Hoffman lahir di Jerman dengan orang tua dari Afrika Selatan. Ia merupakan orang asing ketiga dan perempuan pertama, yang tewas dalam pertempuran pasukan Kurdi melawan kelompok ISIS.

Sebelumnya, seorang Inggris bernama Konstandinos Erik Scurfield, bekas marinir angkatan laut Inggris, tewas tertembak (02/03) ketika bertempur bersama YPG di Tal Khuzela.

Pekan sebelumnya, warga Australia Ashley Johnston dilaporkan terbunuh ketika kendaraannya mogok dan dikepung militan ISIS di Tal Hamis.

Dipercaya saat ini ada sekitar 100 orang relawan dari negara-negara Barat bertempur bersama kekuatan bersenjata Kurdi melawan ISIS di kawasan Suriah utara dan Irak.