Tentara Cina untuk misi PBB di Sudan Selatan

Sumber gambar, Reuters
Cina sudah mengumumkan pengerahan pasukan infantri yang pertama untuk bergabung dengan misi penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan.
Dalam beberapa pekan mendatang, sebanyak 700 tentara Cina akan tiba di negara itu.
Mereka akan dilengkapi dengan pesawat tanpa awak, kenderaan lapis baja, dan tank antirudal.
Sebelum ini Cina sudah mengerahkan pasukannya sebagai bagian dari misi PBB namun dengan peran pendukung dan bukan pasukan bersenjata.
Konflik Sudan Selatan berawal pada Desember 2013 dengan bentrokan antara pasukan Presiden Salva Kiir dan kelompok pendukung Wakil Presiden, Riek Machar, yang dituduh ingin melakukan kudeta.
Awal Februari, <link type="page"><caption> Presiden Salva Kiir sudah mencapai kesepakatan dengan Riek Machar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150202_southsudan" platform="highweb"/></link> untuk mengakhiri konflik namun kesepakatan yang dicapai sebelumnya tidak bertahan lama.
PBB saat ini memiliki 8.500 pasukan penjaga perdamanaian di Sudan Selatan -yang merupakan negara termuda di dunia ketika memperoleh kemerdekaan tahun 2011 lalu-
Pemerintah Beijing memiliki kepentingan atas minyak di negara tersebut.










