Obama: Sandera AS yang ditahan ISIS meninggal

Sumber gambar, EPA
Presiden Barack Obama membenarkan bahwa pekerja bantuan dari Amerika Serikat, Kayla Mueller, yang disandera kelompok yang menamakan diri Negara Islam selama 18 bulan, telah meninggal.
Presiden Obama mengatakan Amerika akan membawa ke pengadilan orang atau kelompok yang membunuh Mueller.
Kelompok Negara Islam yang dulu dikenal dengan ISIS hari Jumat (06/02) pekan lalu mengatakan bahwa Mueller tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Yordania, namun para pejabat Amerika mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Ernest, mengatakan terlepas bagaimana Mueller meninggal dunia, kelompok Negara Islam harus bertanggung jawab.
"Mereka (ISIS) bertanggung jawab atas keselamatan Mueller dan karenanya mereka bertanggung jawab atas kematiannya," kata Earnest.
Ernest juga mengatakan setidaknya seorang warga Amerika menjadi sandera di Timur Tengah namun ia menolak mengeluarkan rincian.

Sumber gambar, Reuters
Seorang pejabat intelijen Amerika kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa Mueller tidak tewas dalam serangan udara Yordania.
Mueller, yang berusia 26 tahun, diculik saat melakukan kegiatan kemanusiaan di Aleppo, Suriah, pada 2013.
Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan Amerika "tidak akan goyah" dalam upaya menumpas Negara Islam, kelompok yang ia sebut "pelecehan besar-besaran terhadap dunia yang beradab".











