Orang tua sandera AS berharap anaknya masih hidup

Sumber gambar, mueller family
Orang tua perempuan muda warga Amerika Serikat, Kayla Jean Mueller, yang disandera oleh kelompok militan Negara Islam atau dulu disebut ISIS, berharap anaknya masih hidup.
Mereka juga berharap agar dapat melakukan kontak pembicaraan dengan kelompok yang menyandera anaknya, serta meminta anaknya diperlakukan sebagai "tamu".
Orang tua Mueller menyatakan hal itu menganggapi klaim <link type="page"><caption> ISIS yang menyatakan bahwa anaknya tewas </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150207_isis_serangan_wargaas" platform="highweb"/></link>akibat serangan udara Yordania.
Menurut ISIS, perempuan berusia 26 tahun itu terbunuh di ruangan tempat penahanannya akibat serangan bom pesawat tempur Yordania.
Mereka merilis foto sebuah ledakan tetapi tidak menunjukkan foto jasad korban.
Sejauh ini Pemerintah AS mengatakan belum memiliki bukti untuk mengkonfirmasi pernyataan kelompok militan Negara Islam atau ISIS tersebut.
'Propaganda ISIS'
Sementara, Pemerintah Jordan, yang melakukan serangan udara dengan target markas ISIS di Suriah, menyebutnya sebagai propaganda belaka.
Kayla Jean Mueller, lulusan Universitas Northern Arizona, yang berusia 26 tahun, pertama kali tiba di perbatasan Turki-Suriah pada 2012 untuk bekerja sebagai relawan di lokasi pengungsian.

Sumber gambar, Daily Courier
Dia dilaporkan telah diculik saat bekerja di Aleppo, Suriah, setahun kemudian.
Sebelumnya, Yordania mengatakan pesawat-pesawat tempurnya melakukan puluhan serangan udara ke sasaran ISISdi Suriah pada hari Kamis (05/02).
Ini dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan yang dilakukan kelompok ISIS terhadap seorang pilot tempur Yordania.











