ISIS klaim serangan Yordania tewaskan sandera AS

Kayla Jean Mueller, lulusan Universitas Northern Arizona, yang berusia 26 tahun, pertama kali tiba di perbatasan Turki-Suriah pada 2012 untuk bekerja sebagai relawan di lokasi pengungsian.

Sumber gambar, Daily Courier

Keterangan gambar, Kayla Jean Mueller, lulusan Universitas Northern Arizona, yang berusia 26 tahun, pertama kali tiba di perbatasan Turki-Suriah pada 2012 untuk bekerja sebagai relawan di lokasi pengungsian.

Pemerintah AS mengatakan, mereka belum memiliki bukti untuk mengkonfirmasi pernyataan kelompok militan Negara Islam atau ISIS yang menyatakan serangan udara Yordania telah menewaskan seorang sandera AS.

Kelompok ISIS sebelumnya mengatakan seorang perempuan warga AS, Kayla Jean Mueller, yang diyakini tengah disandera, tewas ketika <link type="page"><caption> pesawat tempur Yordania menjatuhkan bom</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150206_yordania_demo_isis" platform="highweb"/></link> di sebuah rumah di kota Raqqa, markas besar ISIS di Suriah.

Tidak ada bukti tentang laporan ini, kecuali sebuah foto yang menggambarkan sebuah bangunan yang hancur.

Pemerintah Jordan, yang melakukan serangan udara dengan target markas ISIS di Suriah, membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda belaka.

Kayla Jean Mueller, lulusan Universitas Northern Arizona, yang berusia 26 tahun, pertama kali tiba di perbatasan Turki-Suriah pada 2012 untuk bekerja sebagai relawan di lokasi pengungsian.

Diculik di Aleppo

Dia dilaporkan telah diculik saat bekerja di Aleppo, Suriah, setahun kemudian.

Menurut ISIS, dia terbunuh di ruangan tempat penahanannya. Namun mereka tidak memberikan bukti apapun seperti foto tubuh korban.

Yordania mengatakan pesawat-pesawat tempurnya melakukan puluhan serangan udara ke sasaran ISIS di Suriah

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Yordania mengatakan pesawat-pesawat tempurnya melakukan puluhan serangan udara ke sasaran ISIS di Suriah

Apabila kematian Kayla Jean Mueller ini terkonfirmasi, dia akan menjadi warga AS keempat yang tewas ketika disandera ISIS.

Sebelumnya, Yordania mengatakan pesawat-pesawat tempurnya <link type="page"><caption> melakukan puluhan serangan udara ke sasaran ISIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150206_yordania_demo_isis" platform="highweb"/></link> di Suriah pada hari Kamis (05/02).

Ini dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan yang dilakukan kelompok ISIS terhadap seorang pilot tempur Yordania.

<link type="page"><caption> Pilot berusia 26 tahun ini ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150204_dunia_pilot_yordania" platform="highweb"/></link> setelah pesawatnya jatuh di Suriah pada bulan Desember dalam misi memerangi ISIS.