Militer Inggris perbanyak anggota dari minoritas

Sumber gambar, PA
Pimpinan militer Inggris mengatakan, bahwa angkatan bersenjata harus lebih banyak lagi merekrut personel dari kalangan Asia, kulit hitam dan etnik minoritas lain.
Jenderal Sir Nick Carter mengatakan militer Inggris harus "menarik bakat dari seluruh keragaman masyarakat" untuk mendapatkan orang-orang terbaik.
Nilai-nilai kemiliteran memiliki "kesamaan" dengan komunitas BAME (Black, Asian and Minority Ethnic), katanya.
Dari 87.000 personel reguler Angkatan Darat, hanya 10% tentara yang berasal dari komunitas BAME.
Proporsi ini kurang sedikit dari proporsi populasi secara keseluruhan, namun kebanyakan minoritas di militer berasal dari negara-negara persemakmuran, bukan dari Inggris.
"Prioritas utama saya adalah memastikan mendapatkan bakat-bakat terbaik di kalangan militer," kata Sir Nick.
"Jumlah tentara yang kami rekrut dari dari etnis kulit hitam, Asia dan kaum minoritas lainnya meningkat dari tahun ke tahun, tapi sama sekali jauh dari seharusnya. Kami harus berbuat lebih banyak."

Sumber gambar, MOD
"Nilai dan standar yang menjadi pegangan kami sangat dekat dengan nilai dan standar komunitas-komunitas itu, dan begitu besar pijakan bersama yang bisa kami bangun untuk memperluas basis perekrutan." kata Sir Nick menambahkan.
'Pemahaman Budaya'
Angkatan Darat Inggris berencana untuk mengambil bagian dalam 10 acara yang "melibatkan komunitas BAME" tahun ini, dan kampanye perekrutan ini akan menggunakan media sosial.
Berbagai jaringan komunitas tumbuh di ketentaraan, antara lain kaum umat Buddha, Kristen, Hindu, Humanis, Yahudi, Muslim, Sikh, juga kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender.
Imam Asim Hafiz, penasihat agama Islam untuk kepala staf pertahanan mengatakan: "Keragaman adalah salah satu kekuatan terbesar negara kita dan merupakan hal yang seharusnya bahwa angkatan bersenjata memanfaatkan modal itu.
"Ini tidak hanya membawa mereka lebih dekat dengan orang-orang yang mereka layani, tetapi juga meningkatkan pemahaman budaya militer ketika mereka ditempatkan."
Menurut sensus tahun 2011, sebanyak 14% orang di Inggris dan Wales berasal dari komunitas BAME, sedangkan di Skotlandia hanya 4% dan 1,8% di Irlandia Utara.











