Wartawan al-Jazeera dideportasi ke Australia

Sumber gambar, Reuters
Wartawan al-Jazeera yang dipenjara di Mesir, Peter Greste, menurut media negara itu telah dideportasi.
Mantan wartawan BBC yang berasal dari Australia ini ditangkap pada bulan Desember 2013 dan dijatuhi hukuman penjara bulan Juni tahun lalu dengan dakwaan menyebarkan berita bohong. Laporan-laporan mengatakan ia sudah meninggalkan Mesir dan menuju ke Siprus.
Namun tidak ada berita mengenai dua orang wartawan al-Jazeera lainnya, Mohamed Fahmy dan Baher Mohamed, yang dipenjarakan bersama Greste.
Semua terdakwa menyangkal dakwaan yang dijatuhkan dan mengatakan bahwa pengadilan mereka merupakan pengadilan palsu.
Mereka dituduh bekerja sama dengan Ikhwanul Muslimin setelah digulingkannya Presiden Mohammed Morsi oleh militer pada tahun 2013.
Ketiga wartawan itu mengatakan mereka hanya melaporkan berita.
Al-Jazeera dalam kicauannya di Twitter mengatakan menyambut baik pembebasan Greste dan menuntut agar Fahmy dan Baher juga dibebaskan.
Kampanye international

Sumber gambar, Getty
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi mengatakan pada bulan November bahwa dia sedang mempertimbangkan kemungkinan memberikan pengampunan kepada dua orang wartawan asing al-Jazeera.
Lalu pada bulan Januari, pengadilan tinggi Mesir memerintahkan agar ketiga wartawan itu <link type="page"><caption> diperiksa lagi di pengadilan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150101_mesir_aljazeera" platform="highweb"/></link>.
Namun pada hari Minggu (01/02) seorang pejabat Mesir mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "ada dekrit presiden untuk mendeportasi Peter Greste ke Australia."










