Tentara Israel tetap bersiaga di perbatasan

Sumber gambar, EPA
Israel mengatakan sudah menerima pesan dari kelompok militan Hizbullah di Lebanon yang menyatakan tidak menginginkan kekerasan lebih lanjut.
Pesan itu dikirim sehari setelah meningkatnya ketegangan <link type="page"><caption> di perbatasan Lebanon, yang menewaskan tiga orang.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150128_israel_hizbullah_konflik" platform="highweb"/></link>
Dua tentara Israel tewas dalam konflik dan seorang pasukan penjaga perdamaian internasional, UNIFIL, asal Spanyol juga tewas saat Israel melancarkan serangan balasan.
Bagaimanapun Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon, mengatakan tentara Israal akan tetap bersiaga.
Laporan-laporan media setempat menyebutkan pesawat tempur Israel masih terbang melintasi kampung-kampung di kawasan perbatasan.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat dalam waktu dua pekan belakangan ini.
<link type="page"><caption> Hizbullah melakukan serangan rudal sebagai balas dendam atas serangan udara Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150118_israel_hezbollah" platform="highweb"/></link> yang menewaskan enam dari pejuangnya dan seorang jenderal Pengawal Revolusi Iran di Dataran Tinggi Golan, 10 hari lalu.
Peningkatan ketegangan ini berlangsung menjelang pemilihan umum di Israel dan para pengamat berpendapat reaksi yang keras bisa menguntungkan pemerintah saat ini namun jika berlangsung perang yang menghancurkan bisa jadi memukul balik pemerintah.











