Penurunan kasus Ebola suatu titik balik

Krisis Ebola berada pada 'titik balik' dengan turunnya jumlah kasus di tiga negara yang paling terkena, kata para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hanya delapan kasus yang diketahui terjadi di Liberia dalam minggu lalu dari puncaknya 500 kasus pada bulan September. Guinea dan Sierra Leone juga mengalami penurunan jumlah kasus.
WHO menyatakan angka tersebut 'sangat menjanjikan' perkembangan positif sejak wabah mulai terjadi.
Tetapi badan tersebut tetap mendorong kehati-hatian dan menggarisbawahi perlunya menemukan orang-orang yang berhubungan dengan pasien Ebola.
Wabah terparah <link type="page"><caption> Ebola</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/01/150121_majalahlain_ebola_epidemi" platform="highweb"/></link> dalam sejarah manusia telah menginfeksi 21.724 orang dan menewaskan 8.641, terutama di tiga negara Sierra Leone, Liberia, dan Guinea.
Di Liberia bahkan ada hari ketika tidak ada kasus baru dilaporkan.
Dr Christopher Dye dari WHO mengatakan, "Kejadian jelas menurun di ketiga negara sekarang. Tiga minggu terakhir ini adalah yang paling menjanjikan sampai sejauh ini, pesannya adalah penurunan di semua tempat."
Dia menambahkan ini bisa dipandang sebagai titik balik dimulainya penurunan, pertama kali di Liberia kemudian di Sierra Leone dan Guinea.









