Protes Charlie Hebdo, empat tewas di Niger

Sumber gambar, Reuters
Sedikitnya empat orang tewas terbunuh dalam aksi kekerasan menolak majalah satir Prancis, Charlie Hebdo di kota Zinder, Niger, kata pejabat pemerintah setempat.
Sejumlah gereja dan pusat kebudayaan Prancis merupakan bangunan yang dirusak dan dibakar oleh para pemrotes.
Seorang polisi dan tiga warga sipil tewas dalam protes di Zinder setelah sholat Jumat, demikian menurut sumber polisi yang dikutip Kantor berita Reuters.
"Beberapa demonstran menggunakan senjata berupa busur. Bentrokan terjadi di beberapa tempat," tambah sumber itu.
Kantor berita AFP, yang mengutip keterangan pejabat setingkat menteri mengatakan, puluhan orang terluka akibat aksi kekerasan tersebut.
Seorang penduduk setempat mengatakan, para pengunjuk rasa menyerbu gereja-gereja dan toko-toko yang dikelola orang-orang Kristen.
'Charlie adalah setan'
"Para pengunjuk rasa berteriak 'Charlie adalah Setan'," kata pemilik sebuah toko di Zinder, melalui telepon.
Pusat kebudayaan Perancis di kota itu juga diserang, kata direkturnya Kaoumi Bawa.
Menurut dia, sekitar 50 orang menghancurkan pintu dan membakar kantin, perpustakaan dan ruangan kantor.

Sumber gambar, AP
Hari Jumat lalu, sejumlah protes digelar di berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam terhadap majalah itu yang memuat gambar kartun Nabi Muhammad.
Kartun ini diterbitkan sepekan setelah sejumlah pria bersenjata menembak mati dua belas orang di kantor redaksi majalah tersebut di Paris.
Edisi terakhir majalah itu, yang terbit setelah serangan, menampilkan kartun sosok Nabi Muhammad tengah menangis dan memegang kertas bertuliskan "Saya Charlie".
<link type="page"><caption> Protes menolak majalah itu juga digelar di Karachi, Pakistan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150116_pakistan_charliehebdo" platform="highweb"/></link>, serta di ibu kota Sudan, Khartoum dan ibu kota Aljazair, Aljir, yang berakhir dengan kekerasan.













