FBI gagalkan rencana serangan 'terinspirasi ISIS' ke Gedung Capitol

Sumber gambar, Reuters
Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat telah menangkap seorang pria di Ohio dengan tuduhan merencanakan serangan yang terinspirasi kelompok Negara Islam atau ISIS ke Gedung Capitol di Washington DC.
Pria yang diidentifikasi sebagai Christopher Cornell itu telah dikenai dakwaan upaya percobaan pembunuhan pejabat AS, menurut sebuah dokumen pengadilan.
Dia menjadi target penyelidikan FBI setelah menulis kicauan di Twitter yang mendukung kelompok ekstremis seperti ISIS.
Menurut agen yang menangani kasus ini, John Barrios, masyarakat tidak berada dalam bahaya selama penyelidikan dilakukan.
Cornell, 20 tahun, ditangkap setelah membeli senjata api pada Rabu (14/01). Dia sudah diintai oleh seorang agen yang menyamar.
Dia dituduh mengelola sebuah akun Twitter dengan nama Raheel Mahrus Ubaydah, yang kemudian menjadi target FBI, setelah Biro Investigasi AS itu mendapatkan informasi dari seorang 'sumber'.
Selama penyelidikan terhadap Cornell, FBI bekerja sama dengan seseorang yang disebut 'sumber' itu.
Dokumen pengadilan menyebutkan 'sumber' tersebut telah bekerja sama dengan FBI melalui pertukaran dengan kasus yang tidak terkait sama sekali.
Cornell dituduh mengatakan kepada 'sumber' itu bahwa dia tidak mendapatkan perintah langsung dari pemimpin ISIS, tetapi ingin melakukan "jihad dengan perintah sendiri".
Catatan kriminal menyebutkan, dalam sebuah pertemuan pada Oktober lalu, Cornell mengatakan kepada 'sumber' itu bahwa mereka butuh senjata tetapi dia tidak ingin memberitahukan rencananya secara rinci.
Pada pertemuan kedua, Cornell diduga mengatakan kepada 'sumber' itu, mereka akan pergi ke Washington, untuk memasang bom pipa di Gedung Capitol dan kemudian menembak karyawan dan pejabat disana.
Dia ditahan oleh Satgas Anti-Terrorisme FBI setelah membeli senjata semi-otomatis M-15 dengan 600 amunisi di Ohio.












