Serangan terhadap Charlie Hebdo terus dikecam

Sumber gambar, Reuters
Para pemimpin dunia menyebut serangan terhadap majalah satire Prancis sebagai serangan atas kebebasan berpendapat.
Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyebut serangan di kantor <link type="page"><caption> Charlie Hebdo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/search/?q=charlie%20hebdo" platform="highweb"/></link> sebagai kekejaman yang tidak terkatakan.
Menurutnya, serangan yang menewaskan 12 orang termasuk dua polisi Prancis itu serupa dengan serangan di sebuah kafe di Sydney beberapa pekan lalu.
Tonny Abbot mengatakan kelompok yang menamakan diri Negara Islam telah menyatakan perang dengan dunia.
"Orang-orang ini membenci kita bukan karena tindakan yang telah kita lakukan, tetapi karena siapa kita dan bagaimana kita hidup," kata Abbot seperti dikutip kantor berita AP, Kamis (08/01).
Kecaman juga datang dari pemerintah Malaysia.
"Serangan terhadap Charlie Hebdo salah dan tidak mewakili Islam dan Muslim di seluruh dunia," kata Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein.
Namun Iran mengirim sinyal berbeda.
Televisi pemerintah mengatakan aksi diam pemerintah Prancis terhadap Islamofobia yang berkembang mempunyai andil menciptakan rasa isolasi mendalam yang dialami warga Muslim di Prancis.











