Pemotongan anggaran IMF perparah Ebola

Sumber gambar, Reuters
Pemotongan anggaran Dana Moneter Internasional (IMF) kemungkinan turut menyebabkan cepatnya penyebaran Ebola di tiga negara Afrika Barat, lapor para peneliti di Inggris.
Kebijakan ini, tambah mereka, menyebabkan 'kekurangan staf dan sistim kesehatan yang tidak siap' di Sierra Leone, Liberia, dan Guinea.
Juru bicara IMF menyangkal tuduhan tersebut dengan mengatakan," Pernyataan seperti ini berdasarkan kesalahpahaman dan dalam beberapa kasus merupakan kekeliruan memahami kebijakan IMF."
IMF menyatakan pembelanjaan kesehatan di Guinea, Liberia dan Sierra Leone pada kenyataannya meningkat pada periode 2010-2013.
Wabah <link type="page"><caption> Ebola</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141216_kesehatan_serum_ebola" platform="highweb"/></link> yang mematikan sampai sejauh ini telah menewaskan lebih 7.300 orang, sebagian besar di ketiga negara tersebut.
"Penyebab utama mengapa wabah Ebola menyebar begitu cepat karena kelemahan sistim kesehatan kawasan dan sangat disayangkan jika masalah mendasarnya terlewat diperhatikan," kata sosiolog dan penulis utama penelitian, Alexander Kentikelenis, dari Universitas Cambridge.
Berbagai kebijakan yang memaksa anggaran pemerintah dipotong 'terlalu ketat' menyerap dana yang sebenarnya dapat digunakan untuk mengatasi tantangan kesehatan yang mendesak, lapor kajian tersebut.
Kentikelenis mengatakan kepada BBC bahwa pembatasan upah menyebabkan berbagai negara tidak dapat mempekerjakan staf kesehatan atau menggaji dengan layak.
IMF yang menekankan pada sistim perawatan kesehatan yang disentralisasikan juga mempersulit pengerahan reaksi terkoordinir untuk mengatasi keadaan darurat kesehatan seperti wabah Ebola, tambahnya.









