Abaikan gencatan senjata, Israel gempur Gaza

Sumber gambar, AP
Pesawat Israel melancarkan gempuran ke sebuah lokasi di Kota Gaza, pada Sabtu (20/12). Serangan itu adalah yang pertama sejak gencatan senjata diberlakukan pada Agustus lalu.
Sejumlah warga kawasan Khan Yunis di Gaza mengaku mendengar dua ledakan, sebut kantor berita Associated Press. Namun, ledakan itu tidak menimbulkan korban cedera maupun tewas.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengatakan pesawat tersebut mengincar ‘infrastruktur teror Hamas’ sebagai balasan setelah sehari sebelumnya sebuah roket mendarat di Eshkol, bagian selatan Israel.
Adapun roket itu mendarat di area terbuka dan tidak ada korban jiwa.
Serangan Israel ke Gaza merupakan yang pertama sejak <link type="page"><caption> gencatan senjata</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140804_gencatansenjatagaza" platform="highweb"/></link> diberlakukan pada Agustus lalu.
Kala itu, pihak Hamas menembakkan roket dan mortir ke arah Israel selama 50 hari. Di sisi lain, Israel melancarkan serangan udara dan mobilisasi pasukan.

Sumber gambar, AFP
Dalam rangkaian serangan itu, militer <link type="page"><caption> Israel dituduh melakukan kejahatan perang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141209_israel_gaza_amnesti" platform="highweb"/></link> ketika menghancurkan empat bangunan penting di Gaza.
Di antaranya ialah <link type="page"><caption> rumah susun setinggi 12 lantai di Kota Gaza dan gedung perkantoran di Kota Rafah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140824_gaza_zourab" platform="highweb"/></link>, bagian selatan Jalur Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 2.100 warga Palestina, nyaris 500 anak-anak di antara mereka, telah tewas. Di pihak Israel, sebanyak 64 serdadu dan empat warga sipil tewas dalam konflik selama 50 hari itu.
PBB juga memperkirakan lebih dari 17.000 rumah telah dihancurkan atau dirusak.









