Menara pohon Natal Korsel dapat izin

Pohon Natal di Korea Selatan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Menara lama setinggi 18 meter sudah dirobohkan karena alasan keselamatan bangunan.

Pihak berwenang Korea Selatan memberikan izin kepada satu lembaga Kristen untuk mendirikan menara baru berbentuk pohon Natal di dekat perbatasan dengan Korea Utara.

Menara sebelumnya setinggi 18 meter, yang selalu dihias dengan lampu-lampu menjadi pohon Natal, sudah <link type="page"><caption> dirobohkan Oktober lalu dengan alasan keselamatan bangunan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141022_korea_pohon_natal" platform="highweb"/></link>

Korea Utara -yang merupakan negara ateis- sempat mengancam akan menembak menara itu dengan meriam karena menganggapnya sebagai propaganda politik walau pemerintah Seoul mengatakan menara dirobohkan bukan karena tekanan Pyongyang.

Izin yang dikeluarkan Kementrian Pertahanan Korea Utara kepada Dewan Kristen Korea, CCK, untuk menara yang lebih kecil.

Tingginya sekitar sembilan meter dan lampu-lampunya mulai dinyalakan pada tanggal 23 Desember. CCK menegaskan menara itu untuk tujuan perdamaian.

Juru bicara Kementrian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, mengatakan izin diberikan untuk menjamin kebebasan beragama.

Kantor berita Korsel, Yonhap, mengatakan menara lama, yang terletak sekitar 3km dari perbatasan, didirikan tahun 1971.

Terletak di perbukitan di Gimpo, sebelah barat Seoul, menara lama bisa dilihat dari wilayah Korea Utara.

Hubungan kedua Korea sempat tegang dalam beberapa waktu belakangan dan awak Oktober <link type="page"><caption> militer keduanya sempat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141019_korea_konflik_senjata" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> saling melepas tembakan di kawasan perbatasan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141019_korea_konflik_senjata" platform="highweb"/></link>

Pertengahan November, <link type="page"><caption> Pyongyang mengancam akan melanjutkan uji coba nuklir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141120_korea_utara" platform="highweb"/></link> sebagai tanggapan atas usulan PBB untuk membawa Korut ke pengadilan internasional <link type="page"><caption> karena dugaan pelanggaran berat HAM.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141119_korea_utara.shtml" platform="highweb"/></link>