Keraguan warnai perundingan tentang program nuklir Iran

Sumber gambar, AP
Keraguan mulai timbul jelang batas waktu perundingan di Wina, Austria yang jatuh pada hari Senin (24/11) mengenai kesepakatan program nuklir Iran yang kontroversial.
Perwakilan dari kelompok P5+1 -Inggris, Cina, Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman - mengambil bagian dalam negosiasi dengan Iran di ibukota Austria, Wina.
Enam kekuatan dunia tersebut ingin Iran menghentikan program nuklirnya dan akan mencabut sanksi PBB sebagai konsekuensi.
Baik Amerika Serikat dan Jerman mengatakan <link type="page"><caption> mereka bekerja</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141122_iran_nuklir" platform="highweb"/></link> untuk menutup "celah besar", dengan beberapa saran dimana tenggat waktu dapat diperpanjang.
Iran selama ini menolak klaim program nuklirnya adalah upaya untuk membangun senjata nuklir.
Dia lain pihak, Iran mengatakan program nuklirnya murni untuk tujuan energi.
Wartawan BBC Bethany Bell di Wina mengatakan banyak yang dipertaruhkan dalam perundingan di Wina karena sebuah kesepakatan dapat mengubah politik di Timur Tengah.
Namun, dia mengatakan masih belum jelas apakah para pihak dapat membuat keputusan politik.
Semantara itu, beberapa pengamat mengatakan mungkin diperlukan lebih banyak waktu.









