Rumah keluarga penyerang sinagoge akan dihancurkan

Sumber gambar, EPA
Keluarga dua warga Palestina yang menewaskan lima orang dalam serangan di sebuah sinagoge di Yerusalem, mendapat surat pemberitahuan rumah mereka akan dihancurkan.
Surat yang sama dilaporkan juga diberikan kepada para saudara dari dua keluarga lain, ketika <link type="page"><caption> pasukan Israel menghancurkan rumah seorang warga Palestina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141119_israel_gusur" platform="highweb"/></link> yang menewaskan dua orang bulan lalu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan akan menghancurkan <link type="page"><caption> rumah para penyerang di Israel sebagai hukuman.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141110_israel_palestina" platform="highweb"/></link>
Said Abu Jamal -sepupu dari dua penyerang sinagoge- mengatakan kepada kantor berita AP bahwa polisi memanggil keluarga mereka, Kamis 20 November, untuk menyampaikan surat penghancuran rumah itu.
Dua warga Palestina, Ghasan dan Oday Abu Jamal, menyerbu sinagoge di Har Nof, Yerusalem timur, Selasa (18/11), dan <link type="page"><caption> menewaskan empat umat Yahudi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141114_yerusalem_terorisme" platform="highweb"/></link> dan belakangan seorang polisi juga tewas.

Sumber gambar, AFP
Keduanya tewas ditembak polisi Israel dalam serangan dengan jumlah korban terbesar di Yerusalem sejak tahun 2008.
Keluarga dua warga Palestina lainnya, Ibrahim al-Akari dan Moataz Hijazi, juga mendapatkan surat pemberitahuan yang sama, menurut seorang pejabat Otorita Palestina namun belum dikukuhkan oleh Israel.
Al-Akari ditembak aparat keamanan Israel setelah menabrakkan mobilnya ke sebuah stasiun tram dan menewaskan dua orang. Sementara Hijazi juga tewas ditembak setelah menembak seorang rabi pegiat Israel hingga cedera.
Hari Rabu, Israel menghancurkan rumah warga Palestina yang menewaskan seorang perempuan dan seorang bayi.









