Janji Netanyahu untuk mencegah 'serangan teroris'

Sumber gambar, EPA
Perdana Menteri Israel berjanji akan menerapkan sejumlah kebijakan baru yang keras untuk mencegah yang disebutnya sebagai serangan teroris.
Hal itu ditegaskan oleh Benjamin Netanyahu kepada anggota Partai Likud pimpinannya, Senin 10 Desember.
Pekan lalu, <link type="page"><caption> Netanyahu mengumumkan mereka bisa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141107_israel_palestina_penyerangmobil" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di Jerusalem</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141107_israel_palestina_penyerangmobil" platform="highweb"/></link> yang telah melancarkan serangan terhadap Israel, setelah Yerusalem timur dilanda berbagai aksi kekerasan.
Penegasan atas kebijakan yang tegas itu disampaikan menyusul penikaman atas seorang tentara di sebuah stasiun kereta api yang sibuk di Tel Aviv, yang kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Seorang juru bicara polisi mengatakan sudah menangkap penyerangnya, seorang warga Palestina yang berasal dari kota Nablus, Tepi Barat.
Selain langkah penghancuran rumah penyerang di Jerusalem, Netanyahu juga meminta agar para penyerang mempertimbangkan untuk pindah ke Tepi Barat atau Jalur Gaza.

Sumber gambar, AFP
''Yakinlah pada saya, kita tidak akan membuatnya sulit dalam upaya kita," tegasnya, seperti dikutip kantor berita AP.
Ketegangan di Yerusalem timur antara lain dipicu oleh ditembaknya seorang pegiat Yahudi, Yehuda Glick, yang menderita cedera bagian perut dan dada karena luka tembak.
<link type="page"><caption> Polisi kemudian membunuh penyerangnya di rumahnya,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141030_world_penembakan_palestina" platform="highweb"/></link> yang memicu kemarahan warga Palestina sehingga marak bentrok antara tentara Israel dan pengunjuk rasa.









