Australia danai perawatan pasien Ebola di Afrika Barat

Dokter dan perawat dari seluruh dunia bergabung untuk mengatasi wabah Ebola di Afrika Barat.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dokter dan perawat dari seluruh dunia bergabung untuk mengatasi wabah Ebola di Afrika Barat.

Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan bahwa Australia akan mengontrak petugas medis dari perusahaan swasta untuk merawat pasien Ebola di Sierra Leone.

Dana sekitar US$17 juta juga akan dikucurkan untuk membangun pusat perawatan <link type="page"><caption> Ebola</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141103_fakta_ebola.shtml" platform="highweb"/></link> yang dibangun oleh Inggris.

Abbott menekankan mereka tidak akan mengirim petugas medis pemerintah.

Sebelumnya Australia enggan mengirim petugas medis untuk membantu <link type="page"><caption> penanganan wabah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141028_worldbank_ebola_volunteer.shtml" platform="highweb"/></link> yang telah menewaskan sekitar 5.000 orang di Liberia, Guinea dan Sierra Leone.

Abbott ingin negara-negara lain setuju untuk mengevakuasi staf-staf mereka yang tertular Ebola, sebelum mengirim petugas medisnya.

Tapi Abbott sekarang telah memperoleh jaminan dari Inggris, kata media lokal.

"Dalam beberapa hari terakhir kami mendapat jaminan dari Inggris bahwa mereka akan memperlakukan setiap warga Australia yang bekerja di Afrika Barat sama seperti mereka memperlakukan warga negara Inggris," kata Abbott kepada ABC.

The Sydney Morning Herald yang mengutip pejabat, mengatakan setiap pekerja Australia yang terinfeksi akan dievakuasi baik ke Inggris untuk pengobatan atau ke Jerman di bawah koordinasi Inggris.

Pusat perawatan dengan 100 tempat tidur akan dikelola oleh pekerja dari perusahaan Australia Aspen. Kebanyakan staf adalah orang lokal, tapi akan ada beberapa pekerja internasional relawan dari Australia, kata Abbott.

Pusat perawatan ini ditargetkan akan beroperasi pada akhir November mendatang.