Parlemen Australia dikunjungi 'Ku Klux Klan'

kkk faceless australia

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Ketiga pengunjuk rasa gerakan "Faceless" mengenakan pakaian Ku Klux Klan (KKK), niqab dan helm.

Tiga orang pria, salah satunya mengenakan pakaian ala Ku Klux Klan (KKK), mencoba masuk ke gedung parlemen di Canberra, Australia.

Para pria ini dilaporkan menyerukan adanya pelarangan pemakaian burka atau niqab yang sepenuhnya menutupi wajah.

Salah satu dari ketiga orang itu mengenakan helm dan yang ketiga memakai niqab.

Sebelumnya bulan ini, parlemen mengatakan<link type="page"><caption> siapa pun yang mengunjungi gedung parlemen dengan wajah tertutup</caption><url href=" http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141020_australia_niqab.shtml" platform="highweb"/></link> harus duduk di area terpisah di tempat duduk untuk masyarakat umum.

Peraturan ini, yang kemudian ditolak, mengundang pembahasan sengit nasional mengenai penggunaan burka atau niqab dan kemungkinan adanya diskriminasi terhadap perempuan Muslim.

Kekhawatiran keamanan

Ketiga orang ini dijegat oleh petugas keamanan di luar gedung yang memberi tahu bahwa mereka tidak boleh masuk ke parlemen mengenakan helm atau pun tudung KKK.

Media setempat menyebutkan ketiga pria itu adalah Sergio Redegalli, Nick Folkes,dan Victor Waterson.

Gerakan protes mereka yang dinamai "Faceless" (Tidak Berwajah) dikabarkan menentang pemakaian burka atau niqab di tempat-tempat umum dan menyatakan "ideologi politis" Islam "bertentangan" dengan keyakinan-keyakinan Australia.

"Kelihatannya jika Anda adalah perempuan Muslim, Anda bisa masuk ke Parlemen dengan wajah sepenuhnya tertutup, tetapi kelompok lain tidak mendapat hak istimewa seperti itu," ujar Redegalli kepada media lokal.

"Tetapi kami, sebagai pria, tidak diizinkan menutupi wajah kami di gedung parlemen."

Menurut peraturan keamanan gedung parlemen, perempuan Muslim yang mengenakan burka atau niqab diizinkan masuk setelah mereka menunjukkan wajah mereka di pos pemeriksaan keamanan.