Tony Blair sarankan serangan darat

Sumber gambar, PA
Bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan, serangan darat untuk mengalahkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mungkin merupakan keharusan.
Jika tidak, kata Blair dalam wawancara dengan BBC, "kita mungkin bisa menghadang mereka, tapi tidak bisa mengalahkan mereka."
Disebutnya, "Barat tak punya minat untuk keterlibatan tentara di daratan," dan pasukan (negara-negara) sekitar bisa mengambil peran itu.
Sebelumnya menyebut diri ISIS, kelompok jihadis brutal ini mendeklarasikan berdirinya <link type="page"><caption> kekhalifahan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140922_ancaman_isis.shtml" platform="highweb"/></link>di Suriah dan sebagian Irak Utara.
Mereka dikenal dengan teror dan kebrutalan seperti <link type="page"><caption> menculik warga sipil</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140921_istri_alan_henning_bebaskan.shtml" platform="highweb"/></link>, meminta tebusan dan <link type="page"><caption> memenggalny</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140915_isis_alan_henning.shtml" platform="highweb"/></link>a di depan kamera.
Fanatik buta
Sejauh ini AS dan <link type="page"><caption> Prancis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140919_prancis_serang_isis.shtml" platform="highweb"/></link> sudah melancarkan berbagai serangan udara terhadap kaum militan ini, namun menurut Blair, pengeboman seperti itu semata "tidaklah memadai."
Mungkin saja "menghantam dan menghambat mereka dengan kekuatan udara," katanya, namun pada titik tertentu, "sepatu boot di medan tempur," akan merupakan taktik yang diperlukan.

Sumber gambar, Reuters
"Saya tidak bilang bahwa Barat mesti melakukan hal ini; akan lebih baik jika dilakukan oleh mereka yang lebih dekat dengan medan tempur, yang memiliki kepentingan langsung dan seketika dalam memerangi mereka."
Sejak tahun 2007 Tony Blair menjabat sebagai utusan khusus urusan Timur Tengah. Semasa menjabat sebagai Perdana Menteri, Blair sangat aktif bersama bekas presiden AS George Bush dalam memprakarsai dan melancarkan perang di Irak untuk menjatuhkan presiden Saddam Hussein.
Menurutnya, ISIS ini merupakan kelompok fanatik buta, tidak mungkin mengalahkan mereka tanpa "kesediaan untuk menanggung risiko korban jatuh dalam melangsungkan perjuangan hingga tuntas."
Selain serangan udara, Barat juga turun tangan dengan <link type="page"><caption> mendanai</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140919_obama_isis.shtml" platform="highweb"/></link> dan mempersenjatai pasukan yang melawan ISIS, khususnya <link type="page"><caption> warga Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140918_isis_obama_suriah.shtml" platform="highweb"/></link>, pasukan Peshmerga Kurdi dan <link type="page"><caption> tentara pemerintah Irak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140909_senjata_inggris_irak.shtml" platform="highweb"/></link>.









