Perangi Daulah Islamiyah, Australia kirim pasukan

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Australia Tony Abbott Minggu (14/09) mengumumkan Australia akan mengirim 600 tentara dan pesawat militer ke Timur Tengah untuk membantu perang internasional melawan militan Daulah Islamiyah yang sebelumnya bernama ISIS.
Abbott mengatakan belum ada keputusan langkah apa yang akan ditempuh pasukannya untuk memerangi tindakan para militan tapi penting untuk memiliki kemampuan mengatasi gangguan dan menggagalkan operasi yang dia sebut sebagai kelompok teroris.
Abbott menambahkan tindakan Australia ini mendapat persetujuan dari Perdana Menteri Irak dan mengikuti permintaan khusus dari Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry tiba di Paris, Prancis setelah kunjungan empat hari di Timur Tengah guna mencoba untuk membangun koalisi dalam rangka memerangi Daulah Islamiyah.
Koalisi besar bangsa-bangsa
Prancis menjadi tuan rumah pertemuan puncak keamanan regional pada hari Senin (15/09).
Namun, AS tidak mengizinkan pemain regional utama di Timur Tengah, Iran, untuk menghadiri pertemuan karena <link type="page"><caption> keterlibatan Iran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140913_as_isis.shtml" platform="highweb"/></link> di Suriah.
Hampir 40 negara, termasuk 10 negara Arab, mendukung rencana AS untuk mengatasi kelompok ekstremis tersebut.
Dalam video terbaru Daulah Islamiyah, ditunjukkan pembunuhan pekerja kemanusiaan asal Inggris, <link type="page"><caption> David Haines</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140914_isis_inggris_davidhaines.shtml" platform="highweb"/></link>.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan "rasa empati kepada keluarga Haines dan warga Inggris".
Dalam sebuah pernyataan Obama mengatakan AS akan bekerja sama dengan Inggris dan "sebuah koalisi besar bangsa-bangsa" untuk "membawa para pelaku tindakan kejahatan ini ke pengadilan".









