Menlu AS ke Mesir bahas koalisi lawan ISIS

John Kerry

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, John Kerry sebelumnya menyatakan Iran tak pantas gabung dalam koalisi

Menteri Luar Negeri AS John Kerry tiba di Mesir pada Sabtu (13/09) ini untuk membetuk sebuah koalisi melawan militan Daulah Islamiyah atau ISIS.

Kerry akan bertemu dengan Kepala Liga Arab Nabil al-Arabi di Kairo dalam rangkaian terakhir kunjungannya di Timur Tengah.

Dia telah mendapatkan dukungan dari 10 negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Qatar, tetapi pada Jumat (12/09) dia mengeluarkan keikutsertaan Iran dalam koalisi yang dipimpin AS.

Jumat lalu, CIA menyatakan kelompok militan ini memiliki lebih dari 30.000 pejuang di Suriah dan Irak.

Negara Islam menguasai sebagian besar kawasan Suriah dan Irak, kelompok ini menjadi dikenal karena kebrutalan mereka.

Tetapi beberapa pekan ini, mereka menjadi target serangan udara AS.

Rabu lalu, Presiden AS Barack Obama mengungkapkan rencana ekspansi AS dalam kampanye melawan ISIS.

Dia berjanji akan "memburu teroris yang mengancam negara kami, dimanapun mereka berada."

Sepuluh negara Arab yang telah menandatangani koalisi yaitu : Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Sabtu ini, Kerry akan bertemu dengan Arabi, Sekjen Liga Arab, untuk membahas bagaimana koalisi ini akan melawan ISIS.

Kerry mengatakan para ahli militer dan intelejen akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk menentukan bagaimana kontribusi masing-masing negara dalam koalisi ini.

Tetapi, di Turki, John Kerry mengatakan "tidak tepat" jika Iran bergabung dengan koalisi "karena hubungannya dengan Suriah dan tempat lain".

Iran mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad di Suriah, ketika AS dan sejumlah negara Eropa dan Teluk mendukung faksi pemberontak yang berniat menggulingkannya.