Australia tingkatkan status siaga

Sumber gambar, Reuters
Australia meningkatkan status kesiagaan negeri itu terhadap terorisme menjadi 'tinggi', demikian diumumkan PM Tony Abbott.
Ini tingkat siaga kedua tertinggi setelah 'ekstrim'. Akhir bulan lalu<link type="page"><caption> Inggris sudah melakuka</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140829_inggris_siaga_satu.shtml" platform="highweb"/></link>n peningkatan status siaga serupa.
Langkah ini diambil terkait berkembangnya kecemasan tentang dampak dalam negeri dari kekerasan kaum militan di Suriah dan Irak.
Para pejabat keamanan mencemaskan mengingkatnya jumlah warga Asutralia yang 'bekerja, terkait, atau terhubung' dengan kelompok-kelompok Islam garis keras.
Namun Tony Abbott memastikan tidak ada informasi tentang akan adanya rencana serangan.
"Saya ingin menekankan bahawa ini tidak berarti serangan teror bisa terjadi sewaktu-waktu. Tak ada masukan intelejen tentang serangan," katanya dalam jumpa pers.
"Yang kami miliki informasi intelejennya adalah, bahwa ada orang-orang yang punya niat dan kemampuan untuk melancarkan serangan di Australia."

Sumber gambar, Reuters
Disebutkan, keguiatan akan berjalan seperti biasa, namun kehadiran polisi mungkin akan lebih terasa.
Para pejabat mengungkapkan, sertidaknya 60 warga Australia diyakini bertempur bersama kelompok-kelompok jihad di Suriah dan utara Irak, dan 15 di antaranya terbunuh -termasuk dua pelaku bom bunuh diri.
Hari Rabu lalu, polisi <link type="page"><caption> menggrebek iQraa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140910_australia_islam.shtml" platform="highweb"/></link>, sebuah pusat Islam di Queensland, dan menangkap dua rang yang dituding merekrut, memgfsilitasi dan mendanai orang berangkat ke Suriah untuk "kegiatan permusuhan."









