Obama ancam lawan ISIS di Suriah dan Irak

Obama

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Presiden Obama telah mengucurkan bantuan RP296 milliar untuk militer Irak

Presiden Obama mengatakan dia tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan melawan <link type="page"><caption> militan Daulah Islamiyah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140910_kerry_isis.shtml" platform="highweb"/></link> atau ISIS di Suriah dan juga Irak.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Obama menyampaikan strateginya melawan DI, dia mengatakan setiap kelompok yang <link type="page"><caption> mengancam Amerika</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140905_isis_negara_barat.shtml" platform="highweb"/></link> tidak akan "menemukan tempat berlindung yang aman."

Dia mengumumkan AS akan mengirimkan 475 personil militer ke Irak tetapi tidak akan berperan dalam pertempuran.

Militan DI menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak melalui aksi militer.

Mereka ini dikenal karena kekejamannya, memenggal kepala tentara lawan dan <link type="page"><caption> wartawan asing</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140902_jurnalis_as_dibunuh.shtml" platform="highweb"/></link> yang direkam dalam video.

Sebelumnya AS telah melancarkan lebih dari 150 serangan udara melawan kelompok ini di Irak dan memasok senjata bagi tentara Irak dan pejuang Kurdi untuk memerangi DI.

Bangun koalisi

Presiden Obama berjanji bahwa Amerika akan memimpin "sebuah koalisi untuk memukul balik" DI.

"Bekerja sama dengan pemerintah Irak, kami akan meningkatkan upaya kami untuk melindungi rakyat kami dan misi kemanusiaan, jadi kami akan memukul ISIL (Negara Islam di Iran dan Syam - nama sebelum Daulah Islamiyah) sebagai target pasukan Irak," kata dia.

Dia menyebutkan akan menyambut baik persetujuan kongres untuk melawan DI tetapi dia mengatakan bahwa dia memiliki otoritas untuk bertindak meski tanpa 'restu' kongres.

John Kerry

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Menlu AS John Kerry berada di Timur Tengah untuk membangun koalisi

Tahun lalu, Presiden Obama membatalkan rencana serangan udara ke Suriah untuk melawan pasukan pemerintah setelah kongres menolaknya.

Dalam pidatonya, dia mengatakan tidak bekerja sama dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, walaupun pasukannya juga terlibat dalam memerangi DI.

"Dalam berperang melawan ISIL, kami tidak dapat bergantung pada rezim Assad yang memerangi rakyatnya: sebuah rezim yang tidak mendapatkan legitimasi itu telah kalah," kata dia.

Obama mengatakan, AS akan memperkuat oposisi Suriah.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah berada di Timur Tengah untuk membangun koalisi melawan DI.

Obama telah menyetujui bantuan sebesar US$25 juta atau RP296 milliar untuk militer Irak.