Gas klorin terbukti dipakai di Suriah

Sumber gambar, ap
Gas klorin dipakai dalam sejumlah serangan di Suriah utara tahun ini, kata badan dunia yang berusaha menerapkan hukum internasional yang melarang senjata kimia.
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyatakan mereka menemukan 'informasi meyakinkan' penggunaan klorin, secara murni atau dalam bentuk campuran.
Sejumlah serangan terjadi permulaan tahun ini di beberapa desa tempat para pemberontak berperang dengan pasukan pemerintah.
OPCW mengawasi usaha menghancurkan senjata kimia Suriah.
Dalam setahun terakhir, cadangan senjata terlarang Suriah yang diumumkan, telah dikapalkan keluar negara itu dan dihancurkan berdasarkan perjanjian internasional.
Meskipun demikian Suriah tidak berkewajiban untuk mengumumkan cadangan <link type="page"><caption> klorin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140527_suriah_serangan.shtml" platform="highweb"/></link> yang dipandang sebagai bahan beracun berkekuatan lemah.
Laporan terbaru OPCW menyatakan bahan kimia beracun digunakan secara 'sistimatis, berulangkali' di desa Talmanes, Al Tamanah, dan Kafr Zeta di Suriah utara.
Dokumen ini menyimpulkan dengan tingkat keyakinan yang tinggi, bahan kimia yang dipakai adalah gas klorin.
Kesimpulan ini didasarkan kajian gejala yang dialami orang-orang yang terkena gas, reaksi terhadap pengobatan, di samping penjelasan tentang susunan dan sifat gas klorin.









