Pasukan AU di Somalia dituduh memperkosa

Pasukan Persatuan Afrika, AU.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sebanyak 22.000 tentara Persatuan Afrika dikerahkan ke Somalia.

Organisasi hak asasi internasional, Human Rights Watch, menuduh pasukan Persatuan Afrika yang dikerahkan ke Somalia memperkosa perempuan dan anak-anak yang lemah.

Mereka juga dituduh menjual bantuan pangan dengan bayaran seks.

Laporan didasarkan pada kesaksian 21 perempuan dan anak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual tentara dari Burundi dan Uganda. Beberapa korban dilaporkan masih berusia 12 tahun.

Menurut HRW, perempuan menjadi korban kekerasan seksual antara lain ketika meminta bantuan pengobatan atau air di pangkalan tentara Afrika Utara pada tahun 2011.

"Saya kira yang paling mengkhawatirkan dari laporan itu adalah bagaimana tentara menggunakan bantuan kemanusiaan, seperti bantuan pengobatan, yang tersedia di pangkalan Persatuan Afrika di Mogadishu, untuk mendorong perempuan ke dalam hubungan yang eksploitatif," jelas Laetitia Bader, salah seorang penulis laporan kepada kantor berita AFP.

Para perempuan lemah yang menjadi korban umumnya tinggal di beberapa tempat penampungan pengungsi di ibukota Mogadishu, yang melarikan diri dari kawasan pedesaan pada masa bencana kelaparan tahun 2011.

Sebanyak 22.000 tentara berbagai bangsa dikerahkan ke Somalia di bawah <link type="page"><caption> Persatuan Afrika, AU, untuk melawan kelompok militan al-Shabab</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/10/111011_somalia.shtml" platform="highweb"/></link> dalam tujuh tahun belakangan ini.

Belum ada tanggapan dari Persatuan Afrika terkait laporan HRW ini.