AS selidiki pembunuhan James Foley

Sumber gambar, Reuters
Kementerian Kehakiman Amerika telah memulai penyelidikan kriminal resmi terkait pembunuhan wartawan Amerika, James Foley oleh militan Daulah Islamiyah, alias ISIS.
DItegaskan, mereka yang bertanggung jawab akan dikejar terus.
Dalam jumpa pers Kamis (21/08), Menteri Pertahanan Chuck Hagel, mengatakan penyesalan bahwa misi yang pernah dilancarkan untuk menyelamatkan Foley dan tawanan lain gagal.
Ia mengatakan pemerintah bekerja berdasarkan strategi jangka panjang untuk memerangi ancaman Daulah Islamiyah.
Para pejabat Amerika mengukuhkan kebenaran laporan bahwa militan pernah menuntut <link type="page"><caption> uang tebusan senilai US$132 juta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140821_ransom_foley.shtml" platform="highweb"/></link> untuk pembebasan wartawan itu.
"ISIS adalah kelompok canggih dengan pendanaan berlimpah seperti kelompok lain yang telah kita lihat," kata Hagel.
"Mereka bukan hanya sekedar kelompok teroris. Mereka menggabungkan ideologi, kecanggihan strategis dan taktik militer, jadi mereka benar-benar memiliki dana besar."
"Ini di luar apa yang pernah kami lihat jadi kami harus bersiap untuk semuanya dan satu-satunya cara adalah untuk mengkaji secara dalam dan selalu bersiaga," tambahnya.
Amerika melancarkan enam serangan udara Kamis (21/08) di sejumlah posisi Daulah Islamiyah di Irak utara walaupun kelompok itu mengancam akan membunuh tawanan kedua guna membalas serangan yang terus berlanjut.









