Daulah Islamiyah "minta tebusan US$132 juta"

Philip Balboni menyebut, Gedung Putih dilapori namun tak pernah terjadi perundingan.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Philip Balboni menyebut, Gedung Putih dilapori namun tak pernah terjadi perundingan.

Kelompok jihad yang menyekap wartawan James Foley, pernah meminta uang tebusan sebesar $132 juta (lebih dari Rp.1,5 triliun) untuk pembebasannya.

Disebutkan Philip Balboni, pemimpin GlobalPost tempat Foley bekerja, militan Daulah Islamiyah (DI, alias ISIS) meminta uang tebusan itu kepada mereka tahun lalu.

Sebelumnya, Balboni mengatakan bahwa sepekan sebelum <link type="page"><caption> tayangan video</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140820_isis_jurnalis_tewas.shtml" platform="highweb"/></link> mereka juga menerima email "penuh kutukan," disertai ancaman untuk membunuh Foley.

Menurut Balboni, Gedung Putih dilapori mengenai ancaman itu, namun tak pernah dilakukan perundingan dengan DI.

<link type="page"><caption> James Foley</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140820_james_foley_isis.shtml" platform="highweb"/></link> diculik November 2012, dan video pemenggalannya ditayangkan <link type="page"><caption> DI lewati internet</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140821_daulah_islamiyah_diaspora.shtml" platform="highweb"/></link> beberapa hari lalu.

Dalam video itu mereka mengancam untuk membunuh seorang jurnalis Amerika lainnya jika AS tak menghentikan <link type="page"><caption> serangan udara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140809_serangan_kedua_as.shtml" platform="highweb"/></link> terhadap <link type="page"><caption> mereka di Irak utara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140821_irak_as.shtml" platform="highweb"/></link>.

James Foley tatkala dibebaskan di Libya, 2012

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, James Foley tatkala dibebaskan di Libya, 2012

Amerika Serikat sudah secara formal memulai proses pidana untuk menyelidiki kematian Foley.

Jaksa Agung AS, Eric Holder menyebut proses pidana akan dilakukan secara seksama karena <link type="page"><caption> Amerika</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140820_obama_foley.shtml" platform="highweb"/></link> "memiliki ingatan sangat panjang, dan jangkauan kami sangat luas."

Di Inggris, polisi dan aparat keamanan lain bekerja untuk mengidentidikasi penjihad yang tampil di video itu mengeksekusi Foley.

Laporan-laporan yang masih sumir menyebutkan, pembunuh yang menunjukkan logat Inggris itu diduga berasal dari London atau bagian tenggara Inggris.