Dekrit Presiden Putin untuk membalas sanksi AS dan Eropa

Sumber gambar, EPA
Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah melarang atau membatasi impor pertanian dari negara-negara yang menerapkan sanksi ke Rusia terkait krisis Ukraina.
Dalam dekritnya, dia menetapkan langkah tersebut -yang juga diterapkan pada impor pangan- diberlakukan selama satu tahun.
Departemen-departemen pemerintah diminta untuk memberikan daftar dari produk yang menjadi subyek dekrit.
Rusia sebelumnya pernah memberlakukan larangan impor dari negara lain namun dengan alasan kesehatan masyarakat umum.
Dekrit yang dikeluarkan Rabu 6 Agustus ini tidak menyebutkan secara tegas negara-negara sasaran namun <link type="page"><caption> Amerika Serikat dan Uni Eropa beberapa waktu </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140729_rusia_amerika_ukraina.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> belakangan meningkatkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140729_rusia_amerika_ukraina.shtml" platform="highweb"/></link> sanksinya atas Rusia.
Brussel -pusat pemerintah Uni Eropa- sudah memperluas sanksi dari terhadap individu-individu yang dekat dengan Putin hingga ke sektor ekonomi.
<link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> membeli buah dan sayur dari Uni Eropa dengan nilai 2 miliar euro per tahun sementara impor pangan serta produk pertanian dari Amerika Serikat senilai 1 miliar euro.

Sumber gambar, Reuters
Sanksi atas Rusia terkait dengan dukungannya atas kelompok pemberontak di timur Ukraina, dan ditingkatkan oleh negara-negara Barat setelah kelompok pemberontak menembak <link type="page"><caption> jatuh pesawat </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/malaysia_airlines_mh17.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Malaysia Airlines MH17.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/malaysia_airlines_mh17.shtml" platform="highweb"/></link>
Seluruh 298 penumpang dan awak di dalam pesawat tewas.









