PM Netanyahu sebut operasi di Gaza akan lama

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menegaskan Israel harus siap melakukan operasi dalam waktu yang lama di Gaza.
Netanyahu mengatakan Israel akan terus menggelar militer sampai tujuan merusak jaringan terowongan tercapai.
"Kita akan terus bertindak agresif ... hingga misi kita untuk melindungi warga, tentara, dan anak-anak berhasil," kata Netanyahu.
Pernyataan ini dikeluarkan hari Senin (28/07) setelah sejumlah ledakan terjadi di kompleks rumah sakit utama Gaza dan taman di dekatnya, menewaskan 10 orang.
Sementara itu media Israel melaporkan empat warga Israel tewas dalam serangan mortir di dekat perbatasan Gaza.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak <link type="page"><caption> segera dihentikannya kekerasan di Gaza</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140728_gaza_pbb.shtml" platform="highweb"/></link>.
'Harus dihentikan'
Dia mengatakan wilayah Palestina dalam "keadaan kritis".
"Atas nama kemanusiaan, kekerasan harus dihentikan," katanya kepada para wartawan.
Paling tidak 10 orang -delapan di antaranya anak-anak - tewas Senin sore (28 Juli) pada ledakan di Gaza City<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/lapsus_gaza.shtml" platform="highweb"/></link>, kata pejabat kesehatan Palestina.
Pejabat Palestina mengatakan 10 orang korban tersebut tewas karena serangan peluru kendali, tetapi Israel mengatakan ledakan disebabkan roket yang salah tembak oleh "teroris".
Sejumlah laporan radio Israel dan televisi Channel 10 menyatakan empat warga sipil meninggal dan 10 orang lainnya cedera karena mortir di daerah Eshkol.
Israel melancarkan serangan terhadap Hamas di Gaza sejak tiga minggu lalu setelah terjadinya peningkatan tembakan roket.
Sebelum hari Senin, lebih 1.030 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, dan 43 tentara Israel dan dua warga sipil Israel tewas.
Seorang warga Thailand di Israel juga meninggal.









