Obama siapkan opsi atasi krisis Irak

Sumber gambar, AP
Presiden AS Barack Obama mengatakan, dia akan mengambil keputusan beberapa hari lagi untuk menyiapkan langkah-langkah menyelesaikan krisis Irak, tapi tidak akan menempatkan pasukan AS di wilayah itu.
Keterlibatan AS di Irak, menurutnya karena "upaya serius dan tulus para pemimpin Irak untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan sektarian".
Obama mengatakan kepada wartawan, kelompok militan Sunni yang tergabung dalam ISIS tidak hanya membahayakan Irak dan rakyatnya, tetapi "mereka bisa menimbulkan ancaman bagi kepentingan AS".
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok militan Sunni telah <link type="page"><caption> menguasai kota Mosul dan Tikrit</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_irak_mosul_konspirasi.shtml" platform="highweb"/></link>, dan bergerak makin dekat ke ibu kota Irak, Baghdad.
<link type="page"><caption> PBB telah mengutuk</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140612_pbb_kutuk_irak.shtml" platform="highweb"/></link> langkah militer kelompok militan Sunni tersebut dan meminta dunia internasional bersatu untuk melawannya.
Sementara, pasukan pemerintah Irak yang dibantu kelompok milisi Syiah telah <link type="page"><caption> memperkuat wilayah utara Baghdad</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140612_irak_tikrit_mosul.shtml" platform="highweb"/></link> untuk melawan kelompok militan Sunni, ISIS.
Serukan perlawanan

Sumber gambar, AFP
Sebelumnya, Ulama Syiah paling senior di Irak telah <link type="page"><caption> menyerukan agar warga Syiah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140613_irak_syiah_ulama.shtml" platform="highweb"/></link> untuk mengangkat senjata melawan kelompok militan Sunni.
Ali al-Sistani, ulama senior Syiah itu menyampaikan seruan dalam khotbah Jumat (13/06) di Karbala, yang merupakan kota suci umat Syiah di Irak.

Sumber gambar, AFP
"Dari sini Karbala, kami menyerukan kepada semua warga negara yang mampu mengangkat senjata dan memerangi teroris sebagai bentuk pembelaan terhadap negara mereka, rakyatnya, tempat-tempat suci," kata Ali al-Sistani.
Sejumlah laporan menyebutkan, ribuan orang telah bergabung dalam kelompok milisi Syiah, yang dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan Baghdad, kata wartawan BBC Richard Galpin dari Baghdad.

Sumber gambar, Reuters
Kelompok militan Sunni yang tergabung Negara Islam di Irak dan Levant (ISIS) menganggap umat Syiah di Irak sebagai "kafir".









