Paus Fransiskus akan temui korban pelecehan seksual

Sumber gambar, Getty
Paus Fransiskus mengumumkan dia akan bertemu dengan kelompok korban pelecehan seksual bulan depan.
Berbicara setelah mengadakan <link type="page"><caption> kunjungan ke Timur Tengah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/05/140526_galeri_paus.shtml" platform="highweb"/></link>, Paus Fransiskus mengatakan dia akan menunjukan sikap tanpa toleransi terhadap siapapun di lingkungan Gereja Katolik Roma yang melakukan pelecehan seksual kepada anak.
"Pelecehan seksual adalah tindakan kriminal keji... karena seorang pastor yang melakukan hal ini mengkhianati tubuh Tuhan," katanya.
Paus, 77, berbicara di hadapan sejumlah wartawan dalam penerbangannya kembali ke Roma.
Wartawan BBC Jeremy Bowen yang berada di sana mengatakan banyak umat Katolik yang akan senang mendengar Paus Fransiskus mengambil sikap keras.
Tetapi masih belum jelas jika kebijakan tanpa toleransi ini akan meluas ke uskup yang dituduh "menutup mata" terhadap aksi pelecehan seksual oleh para pastor di keuskupan-keuskupan mereka.
Paus Francis mengatakan ia akan bertemu delapan korban dan Kardinal Sean Patrick O'Malley, yang merupakan kepala komisi yang dibentuk Vatikan khusus untuk menyelidiki kejahatan seksual yang dilakukan oleh pastor.
Kardinal O'Malley mengatakan bulan lalu ia akan merekomendasikan agar pendeta yang terbukti melanggar harus bertanggung jawab terlepas dari kedudukan mereka di Gereja - sebuah langkah yang coba didorong oleh kelompok-kelompok korban.
Paus Fransiskus <link type="page"><caption> secara terbuka telah meminta maaf</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140411_paus_minta_maaf.shtml" platform="highweb"/></link> atas kesesatan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh sejumlah pastor.
Laporan PBB menuduh Vatikan lebih mengutamakan "mempertahankan reputasi Gereja dan para pelaku pelecehan dibandingkan perlindungan terhadap para korban".









