Aliansi PM Irak kuasai kursi terbanyak parlemen Irak

Sumber gambar, afp
Aliansi pimpinan Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki, memenangkan pemilihan parlemen Irak bulan April meskipun tidak mendapat mayoritas suara, menurut hasil awal pemilu.
Komisi pemilihan menyatakan kelompok Maliki, Hukum Negara, mendapatkan 92 dari 328 kursi Dewan Perwakilan dan memimpin di 10 dari 18 provinsi.
Dua pesaing utamanya dari kelompok Syiah, Muwatin yang dipimpin Ammar al-Hakim dan gerakan Ahrar pendukung Moqtada al-Sadr, berada di bawahnya.
Wakil khusus PBB untuk <link type="page"><caption> Irak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140430_irak_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link>, Nickolay Mladenov, menyambut baik pengumuman ini.
"Rakyat Irak sekarang sudah memperlihatkan keinginannya, saya meminta semua wakil terpilih untuk bekerjasama bagi masa depan Irak," katanya.
Maliki berkeinginan berkuasa untuk masa jabatan ketiga, tetapi partai-partai lain tidak mendukung.
Mereka menganggapnya bertanggungjawab atas kekerasan sektarian yang menewaskan 3.500 orang tahun 2014, dan menuduhnya berusaha merekayasa kekuasaan.
Maliki sendiri menyalahkan unsur luar seperti konflik Suriah meningkatkan kekerasan, disamping lawan politiknya menyebabkan kebuntuan.
Lebih 9.000 calon dan 276 lembaga politik ikut serta dalam pemilu tanggal 30 April, yang pertama sejak penarikan pasukan Amerika Serikat di tahun 2011.









