Warga Irak memberi suara dengan pengamanan ketat

Pemilu Irak

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Beberapa pemilih menjalani pemeriksaan sebelum masuk ke TPS.

Warga Irak mulai memberikan suara di tengah pengamanan yang ketat dalam pemilihan parlemen pertama sejak mundurnya pasukan Amerika Serikat tiga tahun lalu.

Tempat pemungutan suara mulai dibuka pada puku 07.00 pagi waktu setempat dan akan ditutup pada 18.00 Rabu 30 April.

Perdana Menteri Nuri al-Maliki diperkirakan akan meraih kemenangan yang ketiga, sementara perlawanan atas pemerintah meningkat di kawasan barat negara itu.

Irak menghadapi kekerasan yang terburuk sejak tahun 2008 lalu dengan 160 orang tewas dalam sepekan lalu saja.

Sekitar 22 juta warga Irak berhak untuk memilih di sekitar 50.000 TPS yang tersebar di seluruh negara.

Wartawan BBC di Baghdad, Quentin Sommerville, melaporkan pemerintah melarang mobil di jalan-jalan ibukota untuk mencegah serangan bom mobil.

Banyak pemilih yang datang ke TPS dengan berjalan kaki dan di beberapa tempat sejumlah pemilih harus melewati pemeriksaan ketat sebelum diizinkan ke TPS.

Pemilu Irak

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sekitar 22 juta warga Irak akan memberikan suara dalam pemilu parlemen 2014 ini.

Insiden kekerasan pertama pada hari pemungutan suara Rabu dilaporkan terjadi di kota Dibis, di Irak utara, berupa serangan bom pinggir jalan yang menewaskan dua perempuan yang sedang menuju ke TPS.

Namun sejumlah kekerasan marak selama kampanye dan Senin (30/04), dalam serangan ketika tentara, polisi, memberikan suara.

Sementara di Khanaqin, sebuah bom menewaskan 30 orang dan melukai 50 lainnya.