Ribuan warga Turki memprotes ledakan tambang

Sumber gambar, AFP
Polisi Turki mengeluarkan tembakan gas air mata dan meriam air di Ankara dan di Istanbul untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang mengecam pemerintah dalam ledakan tambang yang menewaskan 274 orang sejauh ini.
Demonstran menuntut pemerintah mengundurkan diri terkait kecelakaan yang dikatakan sebagai salah satu bencana industri terburuk di Turki.
"Pemerintah mundur!" demikian teriak para pengunjuk rasa seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Mereka mengadakan pawai di sepanjang Jalan Istikla, Istanbul, sebelum polisi turun tangan sehingga para demonstran berlarian ke arah jalan-jalan kecil. Sebagian dari pengunjuk rasa menggelar protes di luar kantor pusat Soma Holding, perusahaan pemilik tambang yang meledak tersebut.
Bentrokan juga terjadi di ibukota Ankara ketika ribuan orang turun ke Lapangan Kizilay untuk memprotes kematian para pekerja tambang.
Pemrotes melempar petasan ke arah aparat keamanan. Ratusan pemrotes berusaha mengadakan arak-arakan dari sebuah perguruan tinggi ke Kementerian Energi.

Sumber gambar, AP

Sumber gambar,
Kerusuhan terjadi di <link type="page"><caption> Soma,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140513_turki_tambang.shtml" platform="highweb"/></link> kota terdekat dengan lokasi tambang. Warga yang marah melemparkan batu bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan ke lokasi bencana.
Erdogan disoraki ketika turun dari mobil. Dengan dikelilingi para pengawal, perdana menteri tampak berlindung ke sebuah toko ketika terjadi aksi dorong mendorong.
Partai oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik, mengatakan telah mengangkat kekhawatiran mengenai aspek keselamatan tambang itu tetapi pemerintah menegaskan pihak berwenang mengadakan inspeksi secara berkala.









