Polisi Nigeria meminta foto siswi yang diculik

Unjuk rasa di Nigeria

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Protes yang menganggap pemerintah tidak cukup bertindak untuk menemukan siswi yang diculik.

Kepolisian Nigeria meminta para orang tua dari sekitar 200 murid perempuan yang diculik untuk menyerahkan foto putri mereka.

Para siswi tersebut diculik dua pekan lalu dari asrama mereka di <link type="page"><caption> Chibok, negara bagian Borno, yang diduga dilakukan kelompok militan Islam, Boko Haram.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140421_nigeria_penyanderaan_sekolah.shtml" platform="highweb"/></link>

Jumlah yang diculik masih simpang siur dan pihak berwenang ingin memastikan berapa siswi yang sebenarnya diculik karena catatan sekolah ikut terbakar dalam serangan saat penculikan.

Kepala Kepolisian Borni, Tanko Lawan, mengatakan kepada BBC diperkirakan sebanyak 223 siswi masih hilang sementara 53 berhasil menyelamatkan diri.

Hingga saat ini Boko Haram -yang dalam bahasa Hausa berarti 'pendidikan Barat terlarang'- tidak memberikan komentar terkait penculikan.

Kelompok tersebut memperjuangkan penerapan Syariah Islam di kawasan timur Nigeria dan <link type="page"><caption> aksi kekerasan yang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140501_nigeria_bom.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> mereka lancarkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140501_nigeria_bom.shtml" platform="highweb"/></link> sepanjang tahun ini saja sudah menewaskan 1.500 orang.

Pemerintah Nigeria <link type="page"><caption> menghadapi kecaman karena dianggap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140430_nigeria_penculikan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> tidak bertindak cukup</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140430_nigeria_penculikan.shtml" platform="highweb"/></link> untuk mencari para siswi yang disandera tersebut.

Tanko Lawan mengakui menghadapi kesulitan untuk memastikan berapa siswi yang masih hilang karena beberapa orang tua mungkin tidak memberi tahun pihak berwenang jika putrinya sudah pulang.

"Itulah sebabnya kami meminta para orang tua membawa foto putrinya sehingga kami tahu persis jumlahnya," jelasnya kepada BBC Seksi Hausa.