Protes digelar untuk mendesak pembebasan siswi Nigeria

Warga Nigeria

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Unjuk rasa mengkritik upaya pemerintah sudah berlangsung beberapa hari.

Sejumlah warga Nigeria direncanakan akan menggelar aksi unjuk rasa di ibukota Abuja untuk mendesak pembebasan sekitar 190 murid perempuan yang diculik kelompok militan dua pekan lalu.

Para pengunjuk rasa akan berpawai ke Majelis Nasional dan menuntut tindakan yang lebih banyak dari pemerintah, yang sejauh ini dikritik belum mengambil tindakan.

Aksi yang diberi nama Pawai Sejuta Perempuan ini diserukan oleh sebuah organisasi, Perempuan untuk Perdamaian dan Keadilan untuk menuntut pengerahan sumber daya yang lebih banyak dalam mencari para sandera.

Unjuk rasa kecil-kecilan sudah berlangsung beberapa hari namun Pawai Sejuta Perempuan akan diikuti lebih banyak pengunjuk rasa.

Kelompok militan Islam, <link type="page"><caption> Boko Haram, dituduh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140421_nigeria_penyanderaan_sekolah.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menculik </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140421_nigeria_penyanderaan_sekolah.shtml" platform="highweb"/></link>para murid perempuan dari Chibok, negara bagian Borno, walau kelompok itu belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Dikecam

Pemimpinnya, Abubakar Shekau, pertama kali mengancam akan menculik perempuan dalam video yang disebarkan Mei 2013 lalu.

Pemerintah Nigeria sudah menegaskan aparat keamanan mencari murid-murid yang disandera itu.

Namun kemarahan warga meningkat dalam beberapa waktu belakangan dan para orang tua korban mengecam upaya yang dianggap belum cukup

"Semoga Tuhan mengutuk semua orang yang gagal membebaskan anak-anak perempuan kami," kata Enoch Mark, yang putri dan sepupunya diculik, kepada kantor berita AFP.

Para murid perempuan yang diculik itu berusia antara 16 hingga 18 tahun dan sedang mengikuti ujian ketika diculik.