Kesepakatan Ukraina tercapai

Sumber gambar, bbc
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan semua pihak menyepakati langkah-langkah untuk 'mengurangi' krisis Ukraina dalam perundingan di Jenewa Swiss, Kamis 17 April.
Dia berbicara pada akhir perundingan antara <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link>, Ukraina, Uni Eropa dan <link type="page"><caption> Amerika Serikat.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link>
Ukraina mengalami krisis sejak jatuhnya presiden pendukung Moskow, Viktor Yanukovych, bulan Februari.
Kemudian terjadi pendudukan gedung-gedung pemerintah di Ukraina timur oleh kelompok pendukung Rusia.
Lavrov mengatakan tercapai kesepakatan penghentian semua bentuk militer ilegal di Ukraina dan semua pihak yang menduduki gedung harus dilucuti serta meninggalkan tempat tersebut.
Dia menambahkan amnesti akan diberikan kepada semua pengunjuk rasa berdasarkan kesepakatan ini.
Ditegaskan bahwa masalah itu harus diselesaikan oleh warga Ukraina sendiri dan reformasi undang-undang dasar jangka panjang harus diterapkan.
Sebelumnya Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan ia 'memiliki hak' untuk mengirimkan pasukan ke Ukraina namun berharap tak perlu menerapkan haknya.
Putin mengatakan hal itu dalam siaran langsung TV Rusia setelah bentrokan di Mariupol, di timur Ukraina, tempat tiga pengunjuk rasa pro-Rusia dilaporkan tewas.









