Menantu Bin Laden ajukan pembelaan

Sumber gambar, Reuters
Seorang pria yang dituduh sebagai juru bicara al-Qaeda setelah serangan 9/11 terhadap AS menyampaikan pembelaan diri dalam sidang di Kota New York.
Sulaiman Abu Ghaith, 48 tahun, merupakan <link type="page"><caption> menantu Osama Bin Laden.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140306_binladen_sidang.shtml" platform="highweb"/></link>
Dia mengaku diri tidak bersalah atas dakwaan membunuh warga Amerika, dan kuasa hukumnya mengatakan dia tidak mengetahui tentang serangan tersebut.
Kasus ini merupakan persidangan kasus terorisme yang mendapatkan perhatian di pengadilan sipil AS.
Dalam sidang Rabu (19/03), melalui penerjemahnya, Abu Ghaith memberikan kesaksian bahwa dia berkunjung ke Afghanistan pada Juni 2001 karena dia memiliki "keinginan serius untuk mengetahui mengenai pemerintah Islam yang baru.
Saat itu, Afghanistan masih dikuasai oleh milisi Islamis Taliban.
Penjara seumur hidup
Meski mengetahui Bin Laden merupakan tersangka serangan teroris, Abu Ghaith mengatakan dia mematuhi perintah pemimpin al-Qaeda di negara tersebut.
"Saya ingin melihat apa yang dia punya, apa yang dia inginkan," kata dia.
Abu Ghaith mengatakan Bin Laden ingin pengkhotbah kelahiran Kuwait itu untuk mengambil hati calon anggota al-Qaeda, dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana kehidupan lain selain kehidupan keras dalam kelompok di kamp training Afghanistan.
Abu Ghaith ditahan tahun lalu di turki dan dibawa ke New York untuk diadili. Dia terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.









