Vonis untuk 'dokter Osama' dibatalkan

Dokter Shakil Afridi
Keterangan gambar, Jaksa mendakwa dokter Shakil Afridi berkhianat terhadap negara.

Pejabat yudisial di Pakistan membatalkan hukuman yang dijatuhkan kepada Shakil Afridi, dokter yang membantu badan intelijen Amerika Serikat CIA melacak keberadaan Osama bin Laden.

Di persidangan pada 2012, <link type="page"><caption> Dr Afridi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/05/120523_pakistan_osama.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dijatuhi hukuman penjara 33 tahun</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/05/120523_pakistan_osama.shtml" platform="highweb"/></link> setelah dinyatakan bersalah atas beberapa dakwaan, di antaranya memiliki hubungan dengan kelompok militan yang dilarang.

Namun sekarang, pejabat <link type="page"><caption> Pakistan,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/></link> Sahibzada Mohammad Anees, memerintahkan proses hukum baru dengan alasan hakim pada persidangan sebelumnya telah melampaui kewenangan dan karena itu vonis penjara 33 tahun harus dibatalkan.

Wartawan BBC di Islamabad, Charles Haviland, mengatakan kasus Dr Afridi akan ditangini oleh hakim-hakim yang lebih senior

Dr Afridi sendiri masih berada di salah satu penjara di Peshawar di Pakistan barat sampai proses hukum yang baru dimulai.

Tolak dakwaan

Sepupu Dr Afridi, Qamar Nadeem Afridi, kepada BBC mengatakan ini adalah perkembangan yang menggembirakan dan fakta-fakta yang sebenarnya akan muncul.

Dalam kasus ini Dr Afridi sebelumnya didakwa melakukan pengkhianatan, membantu CIA mengumpulkan sampel DNA Osama bin Laden di kota Abbottabad, dengan berpura-pura menggelar program vaksinasi.

Di persidangan ia menolak semua dakwaan.

Vonis terhadap Dr Afridi dikecam Menteri Luar Negeri AS ketika itu, Hillary Clinton, yang menyebut hukuman tersebut sama sekali tidak adil.

Berbagai pihak mengatakan hukuman yang dijatuhkan kepada Dr Afridi dilihat sebagai sanksi atas tindakannya mendukung operasi Amerika yang berujung dengan tewasnya Osama bin Laden pada Mei 2011.