Krisis Ukraina: Obama peringatkan Rusia

Sumber gambar, AP
Presiden Barack Obama memperingatkan Rusia bahwa akan ada 'konsekuensi' atas intervensi mereka di Ukraina.
Seperti diketahui, presiden interim Ukraina menuduh <link type="page"><caption> Rusia memberangkatkan pasukan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140228_ukraina_krimea.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> militer ke Krimea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140228_ukraina_krimea.shtml" platform="highweb"/></link> dan mencoba untuk memancing "konflik bersenjata".
Wakil Rusia di PBB membantah hal itu dan mengatakan tiap pergerakan militer di Krimea sudah dilakukan atas pengaturan yang telah disepakati dengan Ukraina.
"Setiap pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina akan sangat memperburuk suasana, hal yang tentu tidak diinginkan baik oleh Ukraina, Rusia atau Eropa," katanya.
"Ini memcerminkan gangguan besar yang harus disikapi oleh orang-orang Ukraina. Ini adalah pelanggaran atas komitmen Rusia untuk menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan perbatasan Ukraina, serta hukum internasional."
Obama menambahkan: "Amerika Serikat akan berdiri bersama komunitas internasional untuk menjamin bahwa akan ada konsekuensi terhadap tiap intervensi di Ukraina."
Dia tidak merinci 'konsekuensi' apa yang akan terjadi. Namun, koresponden BBC Beth McLeod di Washington mengatakan AS mempertimbangkan untuk melakukan tekanan ekonomi dengan menahan hubungan perdagangan terhadap Moskow.
AS juga mempertimbangkan untuk memboikot pertemuan puncak G8 yang diselenggarakan di Rusia pada Juni mendatang.
Sebelumnya, AS melalui Menteri Luar Negeri John Kerry telah mendesak semua pihak untuk <link type="page"><caption> menghindari provokasi atas Ukraina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140228_ukraina_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> dan mereka akan mengawasi tindakan Rusia seiring meningkatnya ketegangan.









